Seri Pertemuan Pasca: Studi Etnoastronomi Budaya Bali oleh - astronomiindonesia.xyz topglobal Monday, July 27, 2020 No Comment

Halo sahabat selamat datang di website astronomiindonesia.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Seri Pertemuan Pasca: Studi Etnoastronomi Budaya Bali oleh - astronomiindonesia.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Rabu, 29 Januari 2020, Program Studi (Prodi) Astronomi ITB kembali mengadakan pertemuan rutin pascasarjana. Kali ini, Ni Made Ayu Surayuwanti Putri, mahasiswa Prodi Astronomi ITB dengan jalur peminatan Pengembangan dan Pendidikan Astronomi, hadir sebagai pembicara dengan topik “Studi Etnoastronomi Budaya Masyarakat Bali.” Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kuliah AS-1 gedung CAS lantai 6 ITB dari pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Pertemuan diawali dengan penjelasan singkat tentang kalender Çaka Bali dan kaitannya dengan peristiwa astronomi. Kalender Çaka Bali adalah kalender dengan sistem luni solar, yaitu kalender yang menggunakan sistem gerak matahari, bulan, dan bintang sebagai patokannya. Selain sistem gerak ketiga benda langit tersebut, masih ada satu sistem lagi, yaitu sistem wuku. Akan tetapi, sistem wuku tidak berpatok pada sistem benda langit, melainkan pada sistem budaya setempat.

Kalender Çaka Bali ini juga tergolong kalender yang unik. Penentuan umur satu bulan yang digunakan adalah berdasarkan periode sinodis bulan. Karena itulah lama satu bulan dalam kalender Çaka Bali berkisar 29-30 hari.. Maka konsekuensinya adalah, akan ada perbedaan sekitar 10 hari dalam setahun antara kalender Çaka Bali dengan kalender Masehi. Perbedaan tersebut dalam waktu tiga tahun akan terakumulasi menjadi satu bulan, yang membuat jumlah bulan setiap tiga tahun sekali akan menjadi 13 bulan. Periode tiga tahun sekali tersebut disebut sebagai tahun panjang, sedangkan satu tahun normal yang berisi 12 bulan disebut sebagai tahun pendek.

Selain itu, keunikan kalender Çaka Bali yang lain adalah penentuan awal tahunnya yang tidak selalu bertepatan dengan tanggal satu bulan pertama. Untuk tanggal satu bulan pertama ditetapkan ketika gugus Pleiades dapat diamati dengan tinggi sejajar terhadap arah pandang mata tegak ke depan. Hal tersebut juga menandai awal musim tanam bagi petani setempat. Sedangkan untuk tahun baru kalender Çaka Bali terjadi ketika matahari tepat berada di atas khatulistiwa atau yang biasa disebut vernal equinox. Tahun baru tersebut cenderung jatuh pada sekitar bulan kesembilan kalender Çaka Bali, dan biasa diperingati sebagai hari raya Nyepi.

(Sumber: az)

(Sumber: za)

Dalam kalender Çaka Bali juga dikenalkan sistem pancawara, yaitu seminggu yang terdiri dari lima hari. Hari tersebut adalah Umanis, Paing, Pon, Wage, serta Kliwon. Karena jumlah hari dalam kalender Masehi adalah tujuh hari, maka akan ada 35 kombinasi dari kedua sistem kalender tersebut. Dan dari masing-masing kombinasi tersebut, masyarakat Bali menyusun 35 jenis perwatakan yang berbeda satu sama lain, yang diidentikkan dengan benda langit dan dikenal dengan sebutan Lintang.

Contohnya, orang yang lahir di hari Sabtu Pon. Maka ia masuk dalam Lintang Sungenge yang merepresentasikan benda langit matahari. Orang dengan Lintang Sungenge memiliki sifat suka kemewahan, suka memamerkan kepintaran, namun pemaaf serta berpengaruh. Sifat tersebut berbeda dengan orang yang lahir pada Rabu Wage. Orang yang lahir pada hari tersebut termasuk dalam Lintang Kartika, yang merepresentasikan gugus Pleiades. Orang tersebut bersifat baik, dapat berlaku adil, mengerti nilai uang, namun kikir dan suka memamerkan kelebihan.

Tentu masih banyak lagi kombinasi sifat berdasarkan lintang tersebut. Hal itu memicu pertanyaan dari peserta pertemuan. Bagaimana bisa setiap kombinasi hari merepresentasikan benda langit? Apa patokan yang digunakan dalam menentukan representasi benda langit tersebut? Mengingat jumlah benda langit yang berbeda dalam 35 malam berturut-turut juga sangat terbatas, bagaimana masyarakat Bali saat itu menentukan benda langitnya? Atau jangan-jangan masih ada aspek lain di luar dari astronomi yang berpengaruh dalam sistem kalender Çaka Bali teresbut?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang tidak akan langsung dapat terjawab. Namun dengan banyaknya pertanyaan tersebut, tentu kita dapat berharap masa depan penelitian kalender Çaka Bali dari segi astronomis akan terus berlanjut. [az]

Itulah tadi informasi dari judi slot mengenai Seri Pertemuan Pasca: Studi Etnoastronomi Budaya Bali oleh - astronomiindonesia.xyz dan sekianlah artikel dari kami astronomiindonesia.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

by Jillur Rahman

Jillur Rahman is a Web designers. He enjoys to make blogger templates. He always try to make modern and 3D looking Templates. You can by his templates from Themeforest.

Follow him @ Twitter | Facebook | Google Plus

Tags:

No Comment